Kartini iPhonesia
Kisah perjuangan seorang wanita luar biasa yang kami rasa bisa menjadi inspirasi bagi kita semua baik wanita maupun pria sekaligus menunjukkan bahwa perjuangan seorang Kartini bisa kita lihat dalam dirinya.
Siapa dia?
Seorang yang selama ini menjadi bagian dari kita. Wanita ini berlatar berlakang seorang arsitek yang menangani proyek pada perusahaan property terkemuka di Indonesia. Menikah pada tanggal 23 Januari 2005 dengan seorang pria luar biasa bernama Yanuar Hadi. Pasangan ini dikaruniai dua orang anak laki-laki, Oza 6 tahun dan Ale 3 tahun. Menjalani kehidupan kehidupan berumah tangga tersebut di Bandung, dimana Sang suami bekerja di Jakarta dan kembali ke Bandung setiap akhir pekan. Seorang istri yang berkarier sekaligus Ibu rumah tangga, dan seorang suami pekerja keras yang tak melupakan keluarga. Such a happy family
Tapi Tuhan berencana lain. Bermula ketika wanita ini menerima pesan singkat dari sang suami sesaat setelah mengantarkan suaminya pergi ke Jakarta menggunakan travel sekitar bulan Juli 2011. Kira-kira isi pesan tersebut mengenai cinta dan kerinduan sang suami akan keluarganya yakni sang istri dan anak-anak, sampai membicarakan mengenai masa depan kedua anaknya agar bisa menjadi anak-anak yang soleh. (isi sms tsb as attached)
Keesokan pagi ketika hendak berangkat kerja Kartini kita ini mendapatkan sebuah telepon dr nomor suaminya, namun suara dari seberang sana adalah dr pihak kepolisian yang memberi kabar kepadanya bahwa suaminya mengalami sebuah kecelakaan sepeda motor. Seketika itu juga dengan perasaan tidak tenang dan penuh tanya dia dan keluarga berangkat menuju Jakarta.
Sekitar jam 12 siang wanita ini tiba di rumah sakit dan terkejut karena tampak di rumah sakit sudah dpenuhi oleh rekan-rekan kerja dr kantor suami. dan diapun segera masuk ke ruang ICU dan mendapati suaminya sudah setengah sadar dengan sebagian badan dari perut hingga kaki dibungkus perban. Wajah sang suami bersih seperti tak terjadi apa-apa dan tampak tenang. Ketika tiba, dia mencoba berbicara sekaligus menenangkan suaminya yang juga menyadari kehadiran dan mencoba berkomunikasi dengan istrinya. Sampai detik tersebut si wanita sama sekali tidak mengerti seperti apa kejadian sebenarnya. Dalam benaknya dia mencoba berpikir positif kalaupun harus amputasi kaki dia akan siap mendampingi sang suami melalui hari-harinya. Hingga seorang dokter yang menangani suaminya sejak pertama datang dan berbicara. “Suami ibu adalah seorang yang hebat, dengan luka terbuka seperti itu hingga saat ini masih bisa bertahan. Dia menunggu kehadiran ibu” ucap si dokter sambil menceritakan kronologi kejadian. Sang suami hebat pun menyerah atas luka parah yang ia derita, Ia pun menghembuskan nafas terakhir pukul 5.35 sore setelah bertahan sejak pukul 7 pagi.
Tak pernah terbayang dalam hidup kita akan mengalami kejadian tersebut. Namun, melalui perjuangan yang tidak mudah, wanita ini berhasil melalui gelapnya malam dan menyambut terangnya matahari masa depan. Wanita tersebut adalah Happy Vebbyola (@happy_vebby), seorang teman, sahabat sekaligus keluarga bagi kita semua. Jika anda pernah bertemu dengan Happy maka tak akan pernah anda temukan raut muka kesedihan di wajahnya. Yang ada hanya tawa dan canda persis seperti namanya. Seperti yang di ceritakan kepada kami, alasan utama dalam hidupnya hingga dia bisa bertahan adalah “ngegedein anak”
Yang membuat kami haru dan bangga, Happy bercerita bahwa salah satu yang membuatnya sanggup meredakan kesedihan adalah pertemuannya dengan iPhonesia. Sejak ditinggal almarhum, Happy berkategori aktif di iPhonesia. Menurut Happy, jepret, edit foto, bertemu teman baru membuat dia sibuk dan berhenti bersedih. Sering kali kita temui Happy memposting foto tengah malam. Itu dia lakukan karena ia tidak mau larut dalam ratap dan penyesalan, dia ingin bangkit, bersemangat, menuju hari-hari yang cerah. Walau air mata kadang masih tetap mengalir tapi toh kuat bukan berarti mengeringkan luka hati, kuat adalah saat ia berani melangkah, membawa ia dan anak-anaknya ke kehidupan yang ia dan suaminya pernah impikan.
Because We Are Family, kini giliran kami yang menceritakan kepada dunia bahwa kami bangga Happy menjadi bagian dari keluarga kita. Begitu banyak inspirasi yang bisa kita ambil. “Haphap kuat, Haphap ngga perlu dikasihani” begitu kata Mods Rama. Yang perlu kita ambil adalah semangat Kartini yang telah dijalani oleh Happy. Sekaligus mengenang kepergian almarhum Yanuar Hadi, kami ingin dedikasikan Hari Kartini tahun 2012 ini kepada Happy Vebbyola (@happy_vebby).
Mengutip buku terkenal karya ibu kita Kartini, tema Hari Kartini versi iPhonesia adalah “habis gelap terbitlah terang”
Posting photo kamu pada tanggal 21 April 2012, beri hashtag #kartiniiphonesia2012 #happykartini2012 #iphonesia #instago
Posting sebanyak-banyaknya, pada pukul 21.00 WIB akan kami umumkan 1 photo terbaik yang hadiahnya akan kami umumkan kemudian.
Selamat berkarya, semoga event Kartini kita kali ini dapat memberi inspirasi dan semangat baru.
Happy Kartini 2012!
*kisah di atas diceritakan langsung oleh Happy Vebbyola dan dituangkan kedalam tulisan oleh @ulie dan @adityokarno
-Creative Team iPhonesia-
Sms dari sang suami untuk Happy, 1 hari menjelang kepergiannya.
“Ak kangen ma kmu bu, skr ak msh di chmpls, tp ak dah kgn bgt ma kamu. Berat buat ak ninggalin kmu n anak2 biarpun cma 1 minggu. Apalagi buat ninggalin kmu selamanya (kecuali ak meninggal), menurutku itu satu hal yg ga mungkin ak lakuin, satu hal yg ga akan pernah n ga akan ak sanggup buat lakuin. Ak saying bgt ma kmu. Asal kmu tau, air mataku keluar waktu ak nulis ini ke kmu. Ak pgn jd laki2 pertama dan terakhir buat kmu bu. Ak ga bisa idup tanpa kmu. Tp 1 hal bu,tlg bantu ak biar bs mjd imam yg baik buat kmu n anak2. Titip anak2,didik mrk,wakilin ak biar mrk jd anak2 terhebat sedunia, anak2 sholeh yg jd kebanggan orangtuanya. Mudah2an kita bs ngeliat mrk tumbuh gd, jd orang yg sukses berdua bu…Kmu n anak2 adlh tujuan hidupku. I LOVE U ALL, so much.” –Yanuar Hadi, Juli 2011-













